Selasa, 12 Juli 2011
Senin, 04 Juli 2011
LETTER for SHINee
Gak tau yah,, tapi gue Cuma sekedar mau nge-share ini
Gue nulis surat di blog buat SHINee, buat Onew, buat Jonghyun, buat Key, buat Minho, buat Taemin. (PLEASE DONT BASH)
1. Letter for SHINee:
Annyeong SHINee~ naneun Park Seulhwa imnida, aku fans beratnya SHINee, yah walauupun masih terbilang baru jadi Shawol tapi aku bangga bisa jadi keluarga Shawol. Dulu, aku hanya tahu SHINee dari lagu-lagu populernya, seperti Replay, Stand By Me ost. Khotbotda Namjja, dan Ring Ding Dong... tapi sebenarnya kalau aku buka internet selalu ke sesuatu yang menjurus ke SHINee, seperti info, fakta, foto, dll
Beberapa minggu setelahnya aku menonton video ‘SHINee 1st Concert at Tokyo, Japan’, dan itu yang bikin aku yang dari suka jadi cinta sama SHINee, aku teriak, tertawa, bahkan menangis saat menonton itu. Aku teriak karena ‘amazingly’ melihat SHINee yang keren membawakan lagu-lagu populernya. Aku tertawa saat SHINee menyanyikan lagu ‘Ready or Not’. Aku menangis saat SHINee menyanyikan semua lagu mellow andalannya, terutama Quasimodo dan One J
Dari situ aku mulai serius tentang SHINee, selalu up to date kalau ada berita terbarunya, aku BERJANJI menjadi SHAWOL yang terbaik untuk SHINee, aku harap SHINee tetap seperti ini adanya, tidak kurang tidak lebih.. tetap setia bersama Shawol yang mendukungmu setiap saat.
Please come and held a concert again in Indonesia
SHINee, saranghae~ SHINee! FIGHTING!!
2. Letter for Onew oppa
Oppa :) awalnya aku tidak percaya kalau dirimu adalah leader di SHINee, karena wajahmu yang mendukung tidak menjadi leader, kekeke
Aku perhatikan oppa paling banyak mengalah untuk anak SHINee, walaupun Onew oppa dijuluki Sangtae ^^ tapi oppa tetap lucu menurutku, karena Sangtae mu itulah yang membuatnya lucu.
Oppa juga berani mengambil resiko sepertinya. Belajarlah waving dengan Taemin oppa, kekekeke.
Suaramu juga gampang dihapal, suaramu itu khas... tidak pasaran, kekeke..
Aku sering menonton Reality Show yang ada dirimu, seperti 100 point of 100 atau Oh my school, King of Idol Pattaya, Invisible Youth, Hello Baby, Star King, Golden Bell Challenge.... kau lucu disitu, wajahmu memang tidak membosankan, aku tidak pernah melihat dirimu marah,,
ya aku tahu pasti kau pernah marah
Jangan mau kalah juga ya dengan Jonghyun oppa, oppa! You’re the best leader for SHINee ^^ be patient with all member SHINee, right?? Im proud be MVP. Fighting oppa~
3. Letter for Jonghyun oppa
Oppa~ kenapa suaramu mengglegarkan?? Menurutku kau itu usil ^.^ ... kau juga easy going, itu menurutku ya. Sepertinya SHINee sepi kalau tidak ada dirimu dan Key oppa.
Dance mu juga baik, tapi ku perhatikan bagianmu menari lebih sedikit kebanding yang lain, itu mungkin karena kau main and leader of vocal... kau harus menjaga suaramu, pertahankan oppa!
Aku suka memperhatikan oppa kalau tertawa, entah kenapa aku jadi ingin ikut tertawa juga kalau melihatnya, kekeke
Oppa, jaga kesehatan ya, supaya tidak jatuh sakit lagi, fans mu menunggu! Im proud be Bling Bling!! Kekekeke, mungkin hanya itu yang mau kusampaikan, fighting oppa! :D
4. Letter for Key oppa
Oppaaaaaa!!!! Kau baik disegala bidang menurutku ^^ kau multitalented, dance mu keren, tidak kalah dengan Taemin oppa... suara mu tidak kalah bagus dari Onew dan Jjong oppa, kau juga bisa rapp dengan baik seperti Minho oppa.
Apalagi kau dijuluki fashion designer ^^ aku selalu memperthatikan caramu berpakaian, style mu memang bagus.
Kau juga penaik mood menurutku, kau itu sangat lucu dan orang yang menyenangkan. Mengubah suasana hening menjadi berisik.
Walaupun kau memang cerewet, pantas disebut SHINee oemma. Kekekeke
Tetaplah menjadi Key yang seperti ini J aku bangga menjadi LOCKET, aku akan mendukungmu disaat kondisi seperti apapun. Jaga Taemin oppa ya, aku titipkan dia padamu (?), kekekeke
Fighting oppa! Saranghae <3
5. Letter for Minho oppa
Annyeong oppa~ aku suka dirimu! Pantas kau disebut ‘Flaming Charisma’, kau itu keren, tinggi, tampan, dan mahir disegala bidang olahraga ^^. Kau itu lucu... kalau sedang kesal kekeke
Aku suka menjerit-jerit sendiri kalau menonton ‘Start! Dream Team II’, kau akan marah kalau tidak mendapatkan posisi pertama, sebenarnya mungkin di SHINee kau juga begitu, kau itu mudah mempengaruhi orang lain... sifat mu gentle and cool ^^
Aku sempat menton Oh My School, kau sempat mengatakan kalau di SHINee, dirimu lah yang paling seidkit bagiannya, tai itu tidak mematahkan semangatmu, bahkan fans-mu sangat banyak oppa!
Kenapa dirimu selalu membuatku menjerit-jerit?? Rapp mu juga sangat baik oppa! Bahkan aku dan temanku sampai menganga saat melihat kau menyanyikan lagu ‘Love Still Goes On’, itu benar-benar keren oppa!
Im proud be Flames ^^ fighting oppa!!!
6. Letter for Taemin
Annyeong oppa~ aku adalah bias-mu!! kau adalah maknae di SHINee, dulu aku tidak percaya kalau dirimu kelahiran 1993, umurmu sangat muda oppa!
Kau itu bagaikan ‘dance machine’, kalau melihatmu menari... seperti dirimu tidak punya tulang, kekeke
Jujur ya... aku sempat hampir menangis saat membaca artikel dirimu pernah di-bully~ L benar-benar orang yang tidak punya perasaan melakukan itu padamu, untung itu tidak berlangsung terlalu lama ^^,
Apa oppa masih sering minum susu?? Kekekekeke~ LOL
Aku juga suka minum susu loh *gaadayangtanya*
Sering-sering lah menonton acara komedi dan belajar dari Onew oppa ya, kekekeke! Sebenarnya menurutku kau menyenangkan, tapi terkadang jawabanmu membuat orang lemas (baca: lucu).
Menurutku kau juga innocent person, sifatmu masih kekanak-kanakan. Kuperhatikan member SHINee memperhatikanmu secara keseluruhan.
Tetaplah menjadi Lee Taemin yang seperti ini ya oppa! Im proud be Taemints ^^
Fighting oppa! Saranghae~
Sabtu, 02 Juli 2011
Love in Love (part 4)
Tak menunggu terlalu lama, oenni datang. Wajahnya sedikit terkejut melihat keberadaanku dan Key, ekpresinya lucu! Kekeke~
“Key? Lama tidak bertemu. Apa... aku mengganggu?”.
“ane... sama sekali tidak noona, baiklah aku permisi dulu, annyeong!”, setelah membungkukkan badan, ia keluar dari kamar.
“chakkaman! Kenapa buru-buru??”, oenni menarik tangannya.
“aku hanya menunggu sampai Jiyeon noona datang, lagipula ini sudah sore, kekeke”.
“baiklah, hati-hati dijalan”, oenni melambaikan tangannya.
“ne, annyeong~”, dia keluar dari kamarku.
Oenni menatapku seolah sudah tahu apa yang telah terjadi, dia hanya tersenyum sambil mencubit pipiku.
“ceritakan~”, oenni memasang wajah manja.
“mwo?”.
“ada apa dengan Key? Tumben kesini, apa kalian sudah berbaikan?”, sepertinya dia ingin memancingku.
“ahh sinca! Ne, apa oenni senang?”, aku mengalihkan wajahku.
“ah jeongmal? Seulhwa! Kalian itu memang cocok, apa yang harus ditutupi lagi? Oenni mu ini mendukung kok”.
“ne... tapi aku masih bingung... ah jangan tanya aku hal ini lagi”, aku menutup wajahku dengan bantal.
“ck, yasudahlah aku mau mandi dulu, oh ya kalau ada telpon dari Seung Ho bilang aku sedang mandi”, oenni melepaskan jas nya.
“apa kalian mau pergi??”.
“ne, nanti malam. Sudah sekitar satu bulan aku tidak pergi bersamanya”.
“ngggg~ aku iri~”, aku menarik tangannya.
“aish, dasar kau! Key atau Taem?”.
“Taem? Taemin?”, glek... kenapa ditanya hal seperti ini lagi?
“siapa lagi coba! Kalau mau malam ini double date, biar aku yang menelpon Key”, oenni mengambil ponselnya.
“ah tidak usah, aku hanya becanda! Sana, katanya mau mandi, keburu malam”, aku menarik ponselnya.
“ck, kau ini... tidak mau kubantu?? Yasudah, aku mandi dulu”.
~ ~ ~
Malam ini oenni-ku mau date bersama ketua osis disekolahku ^^, sayangnya selama ini aku hanya melihat Seung Ho sunbae disekolah, kalau mau jalan bersama oenni pasti hanya menunggu dimobil, sambil meng-klakson-kan mobil.
Oenni mengenakan mini dress warna baby-pink, kyeopta~ aku juga ingin rasanya.
“oenni, aku titip salam ya. Bilang, aku sering melihatnya disekolah, kami juga pernah teguran...hanya sekali, pacarmu menarik perhatian”.
“kekeke, iya. Nanti kututitipkan salammu. Aku berangkat dulu ya, hati-hati dirumah”, oenni meninggalkan kamar.
Entah apa yg sedang kupikirkan saat ini, aku mencoba meyakinkan diriku kalau Key adalah orang yg terbaik untukku, entah apa yg akan terjadi berikutnya... bagaimana dengan Jung-Ah?? Apa aku terlalu egois??
Dddddddrrrrrrttttt.... ddddddrrrrtttttt....
“yobosaeyo~”.
“Seulhwa-ssi, apa kau sudah sehat?”, terdengar suara lelaki didalam telepon genggamku.
“ne, ini siapa??”.
“Minho”, oh ternyata...
“ne, ada apa menelponku??”.
“aku mau minta tolong... kau itu teman wanita pertamaku...”, dia berhenti ditengah jalan, apa maksudnya??
“lalu??”.
“bagaimana... cara minta maaf kepada wanita?? biasanya wanita suka apa?? wajar tidak kalau pacar bersikap cuek??”.
“mwo?? Apa kau baru pertama kali pacaran Minho-ssi??”, ucapannya sedikit membuatku kaget.
“ne, ottokee?? Pacarku marah~ aku baru jadian dengannya saat upacara penerimaan siswa baru, dulu dia kakak kelasku kami bertemu di satu sekolah lagi”, nadanya sedikit merendah, terdengar pasrah.
“hhhmmmppp.... kau ini... ubahlah sikapmu yg pendiam dan selalu mengalah. Berikan dia coklat atau boneka, wanita akan merasa tenang kalau diberikan itu...lebih tepatnya aku, kekeke~”.
“ah, jeongmal?? Lalu bagaimana caraku meminta maaf??”.
“tapi Minho-ssi, chakkaman! Siapa yg menyatakan perasaan duluan??”, entah enapa aku tidak yakin dia duluan.
“pacarku. Kuakui dia tomboy.... ah sinca~ naega molla”, omona!! Minho-ssi, kau harus banyak belajar dari Key.
“ucapkan saja maaf, bicarakan semua yg ingin kau bicarakan, kalau kau tulus pacarmu juga akan mengerti, percayalah padaku”.
“baiklah! gomawo Park Seulhwa~ annyeong!”, dia menutup telponnya.
Choi Minho... kharismanya terlihat, tapi sayangnya pendiam, Jonghyun... menurutku dia usil, Eun Hee... perhatian dengan Key, Onew... entah, tapi menurutku anak itu blak-blakkan.... baru seginilah teman baruku.
~ ~ ~
“Seulhwa, mianhae.... kemarin aku ke club dance, aku mencalonkan diri... tadinya aku mau mengajakmu, tapi kau pergi entah kemana, aku baru tahu saat Eun Hee tiba-tiba marah dan mengatakan itu padaku”, Jung-Ah langsung menarik tangaku yg baru masuk kekelas.
“gwencana~ aku tidak marah kok”.
“Seulhwa-ssi!”, Minho memanggilku, sambil melambaikan tangan, sepertinya menyuruhku keluar kelas.
“ne, ada apa?? Kenapa tidak dikelas?? Sebentar lagi bel”, kataku sambil melihat jam tanganku.
“baiklah, nanti istirahat aja...”, dia masuk kekelas, aish anak ini~
Minggu ini guru-guru masih sibuk mengurusi ini itu, bentar bentar rapat, aku tidak yakin minggu depan kami semua bisa leluasa seperti ini, pasti sangat sibuk karena harus mengejr materi.
Key sedang gabung bersama teman barunya, yak! Jonghyun-ssi dan Minho-ssi, oh! Onew-ssi juga masuk kekelas, apakah ia tidak punya teman lagiiii?? Selalu kekelasku.
Rasanya bosaaaan~ aku tidak membawa komik, novel, atau apapun yg tidak membosankan, Eun Hee masih melanjutkan membaca buku yg kemarin dibawanya, Jung-Ah... walaupu sebangku denganku tapi selalu bermain ke barisan ujung didepan... omo~ aku mencoba memberanikan diri bergabung bersama Key dkk.
“ngg... boleh aku bergabung??”, aku memainkan jariku.
“ne!”, mereka serempak. “sini duduk disebelahku”, Key menarik bangku.
“ya! Eun Hee, bergabunglah sini”, lanjut Key.
“ne”, timpal Onew... omoooo, kembali dengan senyum ituuuuu.
Eun Hee tersenyum dan pindah kesampingku, aku baru pertama kali melihat Eun Hee senyum seperi ini.
“nah, bagaimana kalau kita main jujur-jujur an??”, Jonghyun tiba-tiba mengheningkan suasana.
“aku setuju, siapa lagi yang setuju?”, Onew mengangkat tangannya... disusul Jonghyun, aku, Key, Eun Hee.
“Minho-ssi, angkat lah tanganmu”, hanya Minho yg tidak mengangkat.
“... ne ...”.
“okay! Ini peraturannya, setiap orang hanya boleh bertanya satu pertanyaan, baiklah! karena aku yg mengusulkan permainan, jadi aku yang memutarkan botol”.
Semuanya terlihat tegang, berharap bukan gilirannya.... dan.... Jonghyun! Ibarat senjata makan tuan, kekekeke~.
“Jonghyun!”, semua serempak sambil menunjuk Jonghyun.
“ah, sinca! Ne, apa yang mau ditayakan?”.
“apa kau sudah punya pacar?”, Key memulai pertanyaan.
“belum”.
“apa ada orang yang kau sukai?”, lanjut Onew.
“ada”.
“siapa?”, Minho terlihat penasaran.
“molla, aku tidak tahu namanya, aku baru tiga hari disini”.
“dia duduk dimana?”, lanjut Eun Hee.
“nggg...sebelah Seulhwa”, Jonghyun langsung menunduk.
“Jung-Ah??!”, teriakku, Eun Hee, dan Key.
“ne? Apa kalian memanggilku??”, teriakkan kami pun terdengar sampai barisan depan.
“ane... kami hanya mengetes...kebudek-kan-mu, kekeke~”, Key... jawabanmu tidak masuk akal. Jung-Ah tertawa sambil meggeleng dan kembali becanda bersama temannya.
“sejak kapan?”, giliranku sekarang.
“molla, tiba-tiba rasa itu datang aja, aku suka ketawa sendiri kalau melihatnya”, wajah Jonghyun berubah menjadi merah.
Oke, sekarang Jonghyun memutarkan botol minumnya lagi...
“Onew!”, kami serempak.
“ne~”, dia pasrah.
“aku tahu kau tidak punya pacar, tapi... apa ada yg kau sukai sekarang?”, Minho memulai.
“ada”.
“siapa?”, Eun Hee menimpali pertanyaan.
Tiba-tiba suasana hening, Onew diam sambil menunduk, sesekali terdengar dia bilang ‘otokee’.
“ya! Onew, cepaaat”, balas Jonghyun.
“Eun Hee Ri!”, dia menatap Eun Hee. Eun Hee sedikit terbengong mendengar jawabannya.
“apa... kau berniat menjadikannya pacar?”, lanjut ku.
“mungkin...”.
“kenapa mungkin? Apa kau hanya sekedar suka?”, Jonghyun tertawa kecil melihat tingkah Onew yg kaku.
“ane, aku belum kenal Eun Hee, aku hanya tahu Eun Hee”, aku menatap wajah Eun Hee, dia menunduk... wajahnya merah~ aiigo!!.
“kenapa kau bisa suka dia?”, Key mulai penasaran.
“karena... menurutku dia beda”.
Suasana semakin hening, kami saling memperhatikan satu sama lain
Braak!! Minho mendebrak meja
“kenapa jadi hening? Onew, putar botolnya”.
Onew memutar botol, dan... aku yang kena
“Seulhwa!”, semua serempak memanggilku.
“apa kau sudah punya pacar?”, Eun Hee bertanya begitu, apa... Key tidak memberittahunya?? Dan... aish, jawablah Seulhwa!
“sudah”.
“siapa?”, Minho memandangku.
“Key”.
“Key??! Bukannya kalian sudah putus?”, Jonghyun dan Minho serempak.
“memang, tapi kami berbaikan lagi”.
“kapan?”, tanya Onew.
“kemarin”.
“apa... ah bukan, tapi sebenarnya saat ini siapa yang kau suka?”, hanya Key yang belum kebagian bicara.
“apa maksudmu Key? Jelas-jelas dia pacarmu”, timpal Onew.
“aku hanya ingin bertanya”, jawabnya cuek.
Key.. aku tahu maksudmu, aku memang menyukai Taemin, tapi semenjak kejadian kemarin Key menarik hatiku, aku merasa dia yang terbaik untukku saat ini, baiklah aku akan menjawab jujur.
“Key!”, jawabku mantap.
“mwo?”, dia mendekatkan kupingnya ke wajahku.
“Key! Kim Kibum!”.
Semuanya hening, aku rasa Onew, Jonghyun, dan Minho belum mengerti maksud Key, tapi yasudahlah...
Aku memutar botol itu... dan
“Minho-ssi!”
“apa kau sudah punya pacar?”, tanya Key.
“ya! Apakah topik saat ini pacar?”, Jonghyun sepertinya sudah mulai bosan.
“biarkan... makin kebelakang makin seru”, balas Onew.
“ne, aku sudah punya”.
“siapa namanya?”, aku sudah tahu kau punya pacar, tapi aku tidak tahu siapa.
“Shin Hee-Young noona”.
“mwo? Kenapa aku tidak tahu?? Tapi... bukankah dia senior kita waku SMP?”, Jonghyun terlihat shock mendengar ucapan sahabatnya.
“ne, dia... sekolah disini juga”.
“bagaimana itu bisa terjadi?”, Onew meninggikan suara.
“saat upacara penerimaan murid baru, kami bertemu lagi”.
“sejujurnya... apa kau juga menyukainya??”, lanjut Eun Hee.
“ne, aku suka karena... dia tomboy, dan keluargaku juga mengenalnya baik”.
Suasana kembali hening... Minho memutar botol, dan sekarang Eun Hee kena.
“Eun Hee!”.
“apa hubunganmu dengan Key? Kalian terlihat akrab”, Minho memulai pertanyaan.
“dia adikku”.
“ne?? Ottokee? Apa kau tidak naik kelas?”, lanjut Jonghyun.
“ne, waktu SMP aku sengaja melakukan itu”.
“kenapa kau lakukan itu?”, Key terlihat penasaran. BAHKAN! Key belum tahu soal itu.
“aku. Ingin melindungi adik laki-laki ku satu-satunya... walaupun kita beda ibu”.
“tapi... apa perasaanmu pada Key?”, lanjutku.
“sayang”.
“sebagai?”, Onew mulai bertanya.
“dongsaeng”.
Onew tersenyum memandang Eun Hee, aku rasa Onew benar-benar suka padanya... nggg~ rasanya aku ingin mencubit wajah lelaki ituuu
“baiklah, karena tinggal satu yang belum, Key!”, Minho memecahkan keheningan lagi.
“kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah berbaikan dengan Seulhwa?”, Eun Hee langsung bertanya begitu.
“aku ingin kau mendengar langsung darinya”.
“siapa pacar pertama mu?”, sambung Onew, seperti sudah menyiapkan pertanyaan ini.
“Seulhwa”.
“apa kau mencintainya?”, lanjut Jonghyun.
“ne”.
“sejak kapan?”, tanya Minho.
“sejak... satu minggu setelah aku mengenalnya”.
“kenapa bisa?”, lanjutku.
“karena... aku suka sifatmu, aku suka gayamu, aku suka semua darimu kau... masih polos”.
Hening terasa lagi, aku merasa tenang bisa mengatakan semua ini, walaupun memang rasanya malu. Ngomong-ngomong... aku jadi ingin menjodohkan Eun Hee dengan Onew, mereka lucu ^^
“Minho~”, dari luar terdengar suara perempuan memanggil Minho.
“noona?”, aku rasa itu Hee-Yeong oenni. Minho berdiri dan menghampirinya.
“ya! Kenapa dikartu ucapan maaf-mu kau berkata ‘mianhae Park Seulhwa’, memang namaku Seulhwa apa?? Mana yang namanya Seulhwa?”, glek! Minho-ssi~ kau ini masih terbawa suasana atau bagaimana...???
Aku berdiri mendekati mereka.
“oh~ jadi kau Park Seulhwa? Kau ini siapanya Minho?”, tiba-tiba suasana kelas menjadi hening.
“aku... temannya Minho”, sambil menunduk aku bicara begitu.
“teman atau apa?? Bahkan pacarku sampai menulis namamu!”.
“bukan begitu...”.
“memangnya Minho tidak memberitahumu kalau dia sudah punya pacar?”, aku belum selesai bicara...
“sudah..”.
“kalau begini nege mwoeya!!?”
“ya! Oenni! Apa dikeluargamu kau tidak diajarkan sopan santun?? Walaupun aku lebih muda darimu tapi aku masih tahu sopan santun”.
“mwo?”
“tunggu aku selesai bicara, hanya itu!”, aku meninggikan suaraku.
Dia terdiam sambil menatapku sinis “memangnya perlu penjelasan apa lagi??”.
“Minho-ssi menelponku kemarin, dia bertanya padaku bagaimana cara meminta maaf pada pacarnya, mungkin dia masih terbawa suasana jadi menulis namaku! Tahukah oenni betapa susahnya Minho hanya untuk minta maaf padamu?”, oke, hanya itu yang ingin ku beritahu.
“ah, jeongmal?!”, dia memegang tanganku.
“ne!”, sambil nafas terengah-engah aku bicara.
“mianhae noona, ini memang tidak ada hubungannya denganmu, tapi Seulhwa itu pacarku, tidak mungkin dia merebut pacarmu”, Key maju dan merangkulku, seluruh isi kelasku semakin terhening mendengar ucapan Key, tak terkecuali Jung-Ah.
“kalau gitu, mianhae, maafkan aku, aku yang mengambil tindakan tanpa berpikir”, Hee-Young oennii meninggalkan kelas.
Pertunjukan yang hebat >< aku tidak menyangka bisa mengucapkan itu semua dari mulutku, aku harap itu semua tidak membuat oenni jera datang kekelasku..
“bukankah kalian hanya mantan?” tanya seorang murid, aku tidak tahu namanya.
“aku sudah berbaikan, siapa yang bilang begitu?”, Key melepas rangkulannya.
“Jung-Ah”, dia menunjuk Jung-Ah.
“oh~”, Key kembali ketempat duduk, menenangkan pikirannya.-To Be Continued-
Langganan:
Postingan (Atom)
Selasa, 12 Juli 2011
Senin, 04 Juli 2011
LETTER for SHINee
Gak tau yah,, tapi gue Cuma sekedar mau nge-share ini
Gue nulis surat di blog buat SHINee, buat Onew, buat Jonghyun, buat Key, buat Minho, buat Taemin. (PLEASE DONT BASH)
1. Letter for SHINee:
Annyeong SHINee~ naneun Park Seulhwa imnida, aku fans beratnya SHINee, yah walauupun masih terbilang baru jadi Shawol tapi aku bangga bisa jadi keluarga Shawol. Dulu, aku hanya tahu SHINee dari lagu-lagu populernya, seperti Replay, Stand By Me ost. Khotbotda Namjja, dan Ring Ding Dong... tapi sebenarnya kalau aku buka internet selalu ke sesuatu yang menjurus ke SHINee, seperti info, fakta, foto, dll
Beberapa minggu setelahnya aku menonton video ‘SHINee 1st Concert at Tokyo, Japan’, dan itu yang bikin aku yang dari suka jadi cinta sama SHINee, aku teriak, tertawa, bahkan menangis saat menonton itu. Aku teriak karena ‘amazingly’ melihat SHINee yang keren membawakan lagu-lagu populernya. Aku tertawa saat SHINee menyanyikan lagu ‘Ready or Not’. Aku menangis saat SHINee menyanyikan semua lagu mellow andalannya, terutama Quasimodo dan One J
Dari situ aku mulai serius tentang SHINee, selalu up to date kalau ada berita terbarunya, aku BERJANJI menjadi SHAWOL yang terbaik untuk SHINee, aku harap SHINee tetap seperti ini adanya, tidak kurang tidak lebih.. tetap setia bersama Shawol yang mendukungmu setiap saat.
Please come and held a concert again in Indonesia
SHINee, saranghae~ SHINee! FIGHTING!!
2. Letter for Onew oppa
Oppa :) awalnya aku tidak percaya kalau dirimu adalah leader di SHINee, karena wajahmu yang mendukung tidak menjadi leader, kekeke
Aku perhatikan oppa paling banyak mengalah untuk anak SHINee, walaupun Onew oppa dijuluki Sangtae ^^ tapi oppa tetap lucu menurutku, karena Sangtae mu itulah yang membuatnya lucu.
Oppa juga berani mengambil resiko sepertinya. Belajarlah waving dengan Taemin oppa, kekekeke.
Suaramu juga gampang dihapal, suaramu itu khas... tidak pasaran, kekeke..
Aku sering menonton Reality Show yang ada dirimu, seperti 100 point of 100 atau Oh my school, King of Idol Pattaya, Invisible Youth, Hello Baby, Star King, Golden Bell Challenge.... kau lucu disitu, wajahmu memang tidak membosankan, aku tidak pernah melihat dirimu marah,,
ya aku tahu pasti kau pernah marah
Jangan mau kalah juga ya dengan Jonghyun oppa, oppa! You’re the best leader for SHINee ^^ be patient with all member SHINee, right?? Im proud be MVP. Fighting oppa~
3. Letter for Jonghyun oppa
Oppa~ kenapa suaramu mengglegarkan?? Menurutku kau itu usil ^.^ ... kau juga easy going, itu menurutku ya. Sepertinya SHINee sepi kalau tidak ada dirimu dan Key oppa.
Dance mu juga baik, tapi ku perhatikan bagianmu menari lebih sedikit kebanding yang lain, itu mungkin karena kau main and leader of vocal... kau harus menjaga suaramu, pertahankan oppa!
Aku suka memperhatikan oppa kalau tertawa, entah kenapa aku jadi ingin ikut tertawa juga kalau melihatnya, kekeke
Oppa, jaga kesehatan ya, supaya tidak jatuh sakit lagi, fans mu menunggu! Im proud be Bling Bling!! Kekekeke, mungkin hanya itu yang mau kusampaikan, fighting oppa! :D
4. Letter for Key oppa
Oppaaaaaa!!!! Kau baik disegala bidang menurutku ^^ kau multitalented, dance mu keren, tidak kalah dengan Taemin oppa... suara mu tidak kalah bagus dari Onew dan Jjong oppa, kau juga bisa rapp dengan baik seperti Minho oppa.
Apalagi kau dijuluki fashion designer ^^ aku selalu memperthatikan caramu berpakaian, style mu memang bagus.
Kau juga penaik mood menurutku, kau itu sangat lucu dan orang yang menyenangkan. Mengubah suasana hening menjadi berisik.
Walaupun kau memang cerewet, pantas disebut SHINee oemma. Kekekeke
Tetaplah menjadi Key yang seperti ini J aku bangga menjadi LOCKET, aku akan mendukungmu disaat kondisi seperti apapun. Jaga Taemin oppa ya, aku titipkan dia padamu (?), kekekeke
Fighting oppa! Saranghae <3
5. Letter for Minho oppa
Annyeong oppa~ aku suka dirimu! Pantas kau disebut ‘Flaming Charisma’, kau itu keren, tinggi, tampan, dan mahir disegala bidang olahraga ^^. Kau itu lucu... kalau sedang kesal kekeke
Aku suka menjerit-jerit sendiri kalau menonton ‘Start! Dream Team II’, kau akan marah kalau tidak mendapatkan posisi pertama, sebenarnya mungkin di SHINee kau juga begitu, kau itu mudah mempengaruhi orang lain... sifat mu gentle and cool ^^
Aku sempat menton Oh My School, kau sempat mengatakan kalau di SHINee, dirimu lah yang paling seidkit bagiannya, tai itu tidak mematahkan semangatmu, bahkan fans-mu sangat banyak oppa!
Kenapa dirimu selalu membuatku menjerit-jerit?? Rapp mu juga sangat baik oppa! Bahkan aku dan temanku sampai menganga saat melihat kau menyanyikan lagu ‘Love Still Goes On’, itu benar-benar keren oppa!
Im proud be Flames ^^ fighting oppa!!!
6. Letter for Taemin
Annyeong oppa~ aku adalah bias-mu!! kau adalah maknae di SHINee, dulu aku tidak percaya kalau dirimu kelahiran 1993, umurmu sangat muda oppa!
Kau itu bagaikan ‘dance machine’, kalau melihatmu menari... seperti dirimu tidak punya tulang, kekeke
Jujur ya... aku sempat hampir menangis saat membaca artikel dirimu pernah di-bully~ L benar-benar orang yang tidak punya perasaan melakukan itu padamu, untung itu tidak berlangsung terlalu lama ^^,
Apa oppa masih sering minum susu?? Kekekekeke~ LOL
Aku juga suka minum susu loh *gaadayangtanya*
Sering-sering lah menonton acara komedi dan belajar dari Onew oppa ya, kekekeke! Sebenarnya menurutku kau menyenangkan, tapi terkadang jawabanmu membuat orang lemas (baca: lucu).
Menurutku kau juga innocent person, sifatmu masih kekanak-kanakan. Kuperhatikan member SHINee memperhatikanmu secara keseluruhan.
Tetaplah menjadi Lee Taemin yang seperti ini ya oppa! Im proud be Taemints ^^
Fighting oppa! Saranghae~
Sabtu, 02 Juli 2011
Love in Love (part 4)
Tak menunggu terlalu lama, oenni datang. Wajahnya sedikit terkejut melihat keberadaanku dan Key, ekpresinya lucu! Kekeke~
“Key? Lama tidak bertemu. Apa... aku mengganggu?”.
“ane... sama sekali tidak noona, baiklah aku permisi dulu, annyeong!”, setelah membungkukkan badan, ia keluar dari kamar.
“chakkaman! Kenapa buru-buru??”, oenni menarik tangannya.
“aku hanya menunggu sampai Jiyeon noona datang, lagipula ini sudah sore, kekeke”.
“baiklah, hati-hati dijalan”, oenni melambaikan tangannya.
“ne, annyeong~”, dia keluar dari kamarku.
Oenni menatapku seolah sudah tahu apa yang telah terjadi, dia hanya tersenyum sambil mencubit pipiku.
“ceritakan~”, oenni memasang wajah manja.
“mwo?”.
“ada apa dengan Key? Tumben kesini, apa kalian sudah berbaikan?”, sepertinya dia ingin memancingku.
“ahh sinca! Ne, apa oenni senang?”, aku mengalihkan wajahku.
“ah jeongmal? Seulhwa! Kalian itu memang cocok, apa yang harus ditutupi lagi? Oenni mu ini mendukung kok”.
“ne... tapi aku masih bingung... ah jangan tanya aku hal ini lagi”, aku menutup wajahku dengan bantal.
“ck, yasudahlah aku mau mandi dulu, oh ya kalau ada telpon dari Seung Ho bilang aku sedang mandi”, oenni melepaskan jas nya.
“apa kalian mau pergi??”.
“ne, nanti malam. Sudah sekitar satu bulan aku tidak pergi bersamanya”.
“ngggg~ aku iri~”, aku menarik tangannya.
“aish, dasar kau! Key atau Taem?”.
“Taem? Taemin?”, glek... kenapa ditanya hal seperti ini lagi?
“siapa lagi coba! Kalau mau malam ini double date, biar aku yang menelpon Key”, oenni mengambil ponselnya.
“ah tidak usah, aku hanya becanda! Sana, katanya mau mandi, keburu malam”, aku menarik ponselnya.
“ck, kau ini... tidak mau kubantu?? Yasudah, aku mandi dulu”.
~ ~ ~
Malam ini oenni-ku mau date bersama ketua osis disekolahku ^^, sayangnya selama ini aku hanya melihat Seung Ho sunbae disekolah, kalau mau jalan bersama oenni pasti hanya menunggu dimobil, sambil meng-klakson-kan mobil.
Oenni mengenakan mini dress warna baby-pink, kyeopta~ aku juga ingin rasanya.
“oenni, aku titip salam ya. Bilang, aku sering melihatnya disekolah, kami juga pernah teguran...hanya sekali, pacarmu menarik perhatian”.
“kekeke, iya. Nanti kututitipkan salammu. Aku berangkat dulu ya, hati-hati dirumah”, oenni meninggalkan kamar.
Entah apa yg sedang kupikirkan saat ini, aku mencoba meyakinkan diriku kalau Key adalah orang yg terbaik untukku, entah apa yg akan terjadi berikutnya... bagaimana dengan Jung-Ah?? Apa aku terlalu egois??
Dddddddrrrrrrttttt.... ddddddrrrrtttttt....
“yobosaeyo~”.
“Seulhwa-ssi, apa kau sudah sehat?”, terdengar suara lelaki didalam telepon genggamku.
“ne, ini siapa??”.
“Minho”, oh ternyata...
“ne, ada apa menelponku??”.
“aku mau minta tolong... kau itu teman wanita pertamaku...”, dia berhenti ditengah jalan, apa maksudnya??
“lalu??”.
“bagaimana... cara minta maaf kepada wanita?? biasanya wanita suka apa?? wajar tidak kalau pacar bersikap cuek??”.
“mwo?? Apa kau baru pertama kali pacaran Minho-ssi??”, ucapannya sedikit membuatku kaget.
“ne, ottokee?? Pacarku marah~ aku baru jadian dengannya saat upacara penerimaan siswa baru, dulu dia kakak kelasku kami bertemu di satu sekolah lagi”, nadanya sedikit merendah, terdengar pasrah.
“hhhmmmppp.... kau ini... ubahlah sikapmu yg pendiam dan selalu mengalah. Berikan dia coklat atau boneka, wanita akan merasa tenang kalau diberikan itu...lebih tepatnya aku, kekeke~”.
“ah, jeongmal?? Lalu bagaimana caraku meminta maaf??”.
“tapi Minho-ssi, chakkaman! Siapa yg menyatakan perasaan duluan??”, entah enapa aku tidak yakin dia duluan.
“pacarku. Kuakui dia tomboy.... ah sinca~ naega molla”, omona!! Minho-ssi, kau harus banyak belajar dari Key.
“ucapkan saja maaf, bicarakan semua yg ingin kau bicarakan, kalau kau tulus pacarmu juga akan mengerti, percayalah padaku”.
“baiklah! gomawo Park Seulhwa~ annyeong!”, dia menutup telponnya.
Choi Minho... kharismanya terlihat, tapi sayangnya pendiam, Jonghyun... menurutku dia usil, Eun Hee... perhatian dengan Key, Onew... entah, tapi menurutku anak itu blak-blakkan.... baru seginilah teman baruku.
~ ~ ~
“Seulhwa, mianhae.... kemarin aku ke club dance, aku mencalonkan diri... tadinya aku mau mengajakmu, tapi kau pergi entah kemana, aku baru tahu saat Eun Hee tiba-tiba marah dan mengatakan itu padaku”, Jung-Ah langsung menarik tangaku yg baru masuk kekelas.
“gwencana~ aku tidak marah kok”.
“Seulhwa-ssi!”, Minho memanggilku, sambil melambaikan tangan, sepertinya menyuruhku keluar kelas.
“ne, ada apa?? Kenapa tidak dikelas?? Sebentar lagi bel”, kataku sambil melihat jam tanganku.
“baiklah, nanti istirahat aja...”, dia masuk kekelas, aish anak ini~
Minggu ini guru-guru masih sibuk mengurusi ini itu, bentar bentar rapat, aku tidak yakin minggu depan kami semua bisa leluasa seperti ini, pasti sangat sibuk karena harus mengejr materi.
Key sedang gabung bersama teman barunya, yak! Jonghyun-ssi dan Minho-ssi, oh! Onew-ssi juga masuk kekelas, apakah ia tidak punya teman lagiiii?? Selalu kekelasku.
Rasanya bosaaaan~ aku tidak membawa komik, novel, atau apapun yg tidak membosankan, Eun Hee masih melanjutkan membaca buku yg kemarin dibawanya, Jung-Ah... walaupu sebangku denganku tapi selalu bermain ke barisan ujung didepan... omo~ aku mencoba memberanikan diri bergabung bersama Key dkk.
“ngg... boleh aku bergabung??”, aku memainkan jariku.
“ne!”, mereka serempak. “sini duduk disebelahku”, Key menarik bangku.
“ya! Eun Hee, bergabunglah sini”, lanjut Key.
“ne”, timpal Onew... omoooo, kembali dengan senyum ituuuuu.
Eun Hee tersenyum dan pindah kesampingku, aku baru pertama kali melihat Eun Hee senyum seperi ini.
“nah, bagaimana kalau kita main jujur-jujur an??”, Jonghyun tiba-tiba mengheningkan suasana.
“aku setuju, siapa lagi yang setuju?”, Onew mengangkat tangannya... disusul Jonghyun, aku, Key, Eun Hee.
“Minho-ssi, angkat lah tanganmu”, hanya Minho yg tidak mengangkat.
“... ne ...”.
“okay! Ini peraturannya, setiap orang hanya boleh bertanya satu pertanyaan, baiklah! karena aku yg mengusulkan permainan, jadi aku yang memutarkan botol”.
Semuanya terlihat tegang, berharap bukan gilirannya.... dan.... Jonghyun! Ibarat senjata makan tuan, kekekeke~.
“Jonghyun!”, semua serempak sambil menunjuk Jonghyun.
“ah, sinca! Ne, apa yang mau ditayakan?”.
“apa kau sudah punya pacar?”, Key memulai pertanyaan.
“belum”.
“apa ada orang yang kau sukai?”, lanjut Onew.
“ada”.
“siapa?”, Minho terlihat penasaran.
“molla, aku tidak tahu namanya, aku baru tiga hari disini”.
“dia duduk dimana?”, lanjut Eun Hee.
“nggg...sebelah Seulhwa”, Jonghyun langsung menunduk.
“Jung-Ah??!”, teriakku, Eun Hee, dan Key.
“ne? Apa kalian memanggilku??”, teriakkan kami pun terdengar sampai barisan depan.
“ane... kami hanya mengetes...kebudek-kan-mu, kekeke~”, Key... jawabanmu tidak masuk akal. Jung-Ah tertawa sambil meggeleng dan kembali becanda bersama temannya.
“sejak kapan?”, giliranku sekarang.
“molla, tiba-tiba rasa itu datang aja, aku suka ketawa sendiri kalau melihatnya”, wajah Jonghyun berubah menjadi merah.
Oke, sekarang Jonghyun memutarkan botol minumnya lagi...
“Onew!”, kami serempak.
“ne~”, dia pasrah.
“aku tahu kau tidak punya pacar, tapi... apa ada yg kau sukai sekarang?”, Minho memulai.
“ada”.
“siapa?”, Eun Hee menimpali pertanyaan.
Tiba-tiba suasana hening, Onew diam sambil menunduk, sesekali terdengar dia bilang ‘otokee’.
“ya! Onew, cepaaat”, balas Jonghyun.
“Eun Hee Ri!”, dia menatap Eun Hee. Eun Hee sedikit terbengong mendengar jawabannya.
“apa... kau berniat menjadikannya pacar?”, lanjut ku.
“mungkin...”.
“kenapa mungkin? Apa kau hanya sekedar suka?”, Jonghyun tertawa kecil melihat tingkah Onew yg kaku.
“ane, aku belum kenal Eun Hee, aku hanya tahu Eun Hee”, aku menatap wajah Eun Hee, dia menunduk... wajahnya merah~ aiigo!!.
“kenapa kau bisa suka dia?”, Key mulai penasaran.
“karena... menurutku dia beda”.
Suasana semakin hening, kami saling memperhatikan satu sama lain
Braak!! Minho mendebrak meja
“kenapa jadi hening? Onew, putar botolnya”.
Onew memutar botol, dan... aku yang kena
“Seulhwa!”, semua serempak memanggilku.
“apa kau sudah punya pacar?”, Eun Hee bertanya begitu, apa... Key tidak memberittahunya?? Dan... aish, jawablah Seulhwa!
“sudah”.
“siapa?”, Minho memandangku.
“Key”.
“Key??! Bukannya kalian sudah putus?”, Jonghyun dan Minho serempak.
“memang, tapi kami berbaikan lagi”.
“kapan?”, tanya Onew.
“kemarin”.
“apa... ah bukan, tapi sebenarnya saat ini siapa yang kau suka?”, hanya Key yang belum kebagian bicara.
“apa maksudmu Key? Jelas-jelas dia pacarmu”, timpal Onew.
“aku hanya ingin bertanya”, jawabnya cuek.
Key.. aku tahu maksudmu, aku memang menyukai Taemin, tapi semenjak kejadian kemarin Key menarik hatiku, aku merasa dia yang terbaik untukku saat ini, baiklah aku akan menjawab jujur.
“Key!”, jawabku mantap.
“mwo?”, dia mendekatkan kupingnya ke wajahku.
“Key! Kim Kibum!”.
Semuanya hening, aku rasa Onew, Jonghyun, dan Minho belum mengerti maksud Key, tapi yasudahlah...
Aku memutar botol itu... dan
“Minho-ssi!”
“apa kau sudah punya pacar?”, tanya Key.
“ya! Apakah topik saat ini pacar?”, Jonghyun sepertinya sudah mulai bosan.
“biarkan... makin kebelakang makin seru”, balas Onew.
“ne, aku sudah punya”.
“siapa namanya?”, aku sudah tahu kau punya pacar, tapi aku tidak tahu siapa.
“Shin Hee-Young noona”.
“mwo? Kenapa aku tidak tahu?? Tapi... bukankah dia senior kita waku SMP?”, Jonghyun terlihat shock mendengar ucapan sahabatnya.
“ne, dia... sekolah disini juga”.
“bagaimana itu bisa terjadi?”, Onew meninggikan suara.
“saat upacara penerimaan murid baru, kami bertemu lagi”.
“sejujurnya... apa kau juga menyukainya??”, lanjut Eun Hee.
“ne, aku suka karena... dia tomboy, dan keluargaku juga mengenalnya baik”.
Suasana kembali hening... Minho memutar botol, dan sekarang Eun Hee kena.
“Eun Hee!”.
“apa hubunganmu dengan Key? Kalian terlihat akrab”, Minho memulai pertanyaan.
“dia adikku”.
“ne?? Ottokee? Apa kau tidak naik kelas?”, lanjut Jonghyun.
“ne, waktu SMP aku sengaja melakukan itu”.
“kenapa kau lakukan itu?”, Key terlihat penasaran. BAHKAN! Key belum tahu soal itu.
“aku. Ingin melindungi adik laki-laki ku satu-satunya... walaupun kita beda ibu”.
“tapi... apa perasaanmu pada Key?”, lanjutku.
“sayang”.
“sebagai?”, Onew mulai bertanya.
“dongsaeng”.
Onew tersenyum memandang Eun Hee, aku rasa Onew benar-benar suka padanya... nggg~ rasanya aku ingin mencubit wajah lelaki ituuu
“baiklah, karena tinggal satu yang belum, Key!”, Minho memecahkan keheningan lagi.
“kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah berbaikan dengan Seulhwa?”, Eun Hee langsung bertanya begitu.
“aku ingin kau mendengar langsung darinya”.
“siapa pacar pertama mu?”, sambung Onew, seperti sudah menyiapkan pertanyaan ini.
“Seulhwa”.
“apa kau mencintainya?”, lanjut Jonghyun.
“ne”.
“sejak kapan?”, tanya Minho.
“sejak... satu minggu setelah aku mengenalnya”.
“kenapa bisa?”, lanjutku.
“karena... aku suka sifatmu, aku suka gayamu, aku suka semua darimu kau... masih polos”.
Hening terasa lagi, aku merasa tenang bisa mengatakan semua ini, walaupun memang rasanya malu. Ngomong-ngomong... aku jadi ingin menjodohkan Eun Hee dengan Onew, mereka lucu ^^
“Minho~”, dari luar terdengar suara perempuan memanggil Minho.
“noona?”, aku rasa itu Hee-Yeong oenni. Minho berdiri dan menghampirinya.
“ya! Kenapa dikartu ucapan maaf-mu kau berkata ‘mianhae Park Seulhwa’, memang namaku Seulhwa apa?? Mana yang namanya Seulhwa?”, glek! Minho-ssi~ kau ini masih terbawa suasana atau bagaimana...???
Aku berdiri mendekati mereka.
“oh~ jadi kau Park Seulhwa? Kau ini siapanya Minho?”, tiba-tiba suasana kelas menjadi hening.
“aku... temannya Minho”, sambil menunduk aku bicara begitu.
“teman atau apa?? Bahkan pacarku sampai menulis namamu!”.
“bukan begitu...”.
“memangnya Minho tidak memberitahumu kalau dia sudah punya pacar?”, aku belum selesai bicara...
“sudah..”.
“kalau begini nege mwoeya!!?”
“ya! Oenni! Apa dikeluargamu kau tidak diajarkan sopan santun?? Walaupun aku lebih muda darimu tapi aku masih tahu sopan santun”.
“mwo?”
“tunggu aku selesai bicara, hanya itu!”, aku meninggikan suaraku.
Dia terdiam sambil menatapku sinis “memangnya perlu penjelasan apa lagi??”.
“Minho-ssi menelponku kemarin, dia bertanya padaku bagaimana cara meminta maaf pada pacarnya, mungkin dia masih terbawa suasana jadi menulis namaku! Tahukah oenni betapa susahnya Minho hanya untuk minta maaf padamu?”, oke, hanya itu yang ingin ku beritahu.
“ah, jeongmal?!”, dia memegang tanganku.
“ne!”, sambil nafas terengah-engah aku bicara.
“mianhae noona, ini memang tidak ada hubungannya denganmu, tapi Seulhwa itu pacarku, tidak mungkin dia merebut pacarmu”, Key maju dan merangkulku, seluruh isi kelasku semakin terhening mendengar ucapan Key, tak terkecuali Jung-Ah.
“kalau gitu, mianhae, maafkan aku, aku yang mengambil tindakan tanpa berpikir”, Hee-Young oennii meninggalkan kelas.
Pertunjukan yang hebat >< aku tidak menyangka bisa mengucapkan itu semua dari mulutku, aku harap itu semua tidak membuat oenni jera datang kekelasku..
“bukankah kalian hanya mantan?” tanya seorang murid, aku tidak tahu namanya.
“aku sudah berbaikan, siapa yang bilang begitu?”, Key melepas rangkulannya.
“Jung-Ah”, dia menunjuk Jung-Ah.
“oh~”, Key kembali ketempat duduk, menenangkan pikirannya.-To Be Continued-
Langganan:
Postingan (Atom)
















