Annyeong Chingu !! ^^


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Sabtu, 02 Juli 2011

Love in Love (part 4)









Tak menunggu terlalu lama, oenni datang. Wajahnya sedikit terkejut melihat keberadaanku dan Key, ekpresinya lucu! Kekeke~
“Key? Lama tidak bertemu. Apa... aku mengganggu?”.
“ane... sama sekali tidak noona, baiklah aku permisi dulu, annyeong!”, setelah membungkukkan badan, ia keluar dari kamar.
“chakkaman! Kenapa buru-buru??”, oenni menarik tangannya.
“aku hanya menunggu sampai Jiyeon noona datang, lagipula ini sudah sore, kekeke”.
“baiklah, hati-hati dijalan”, oenni melambaikan tangannya.
“ne, annyeong~”, dia keluar dari kamarku.

Oenni menatapku seolah sudah tahu apa yang telah terjadi, dia hanya tersenyum sambil mencubit pipiku.

“ceritakan~”, oenni memasang wajah manja.
“mwo?”.
“ada apa dengan Key? Tumben kesini, apa kalian sudah berbaikan?”, sepertinya dia ingin memancingku.
“ahh sinca! Ne, apa oenni senang?”, aku mengalihkan wajahku.
“ah jeongmal? Seulhwa! Kalian itu memang cocok, apa yang harus ditutupi lagi? Oenni mu ini mendukung kok”.
“ne... tapi aku masih bingung... ah jangan tanya aku hal ini lagi”, aku menutup wajahku dengan bantal.
“ck, yasudahlah aku mau mandi dulu, oh ya kalau ada telpon dari Seung Ho bilang aku sedang mandi”, oenni melepaskan jas nya.
“apa kalian mau pergi??”.
“ne, nanti malam. Sudah sekitar satu bulan aku tidak pergi bersamanya”.
“ngggg~ aku iri~”, aku menarik tangannya.
“aish, dasar kau! Key atau Taem?”.
“Taem? Taemin?”, glek... kenapa ditanya hal seperti ini lagi?
“siapa lagi coba! Kalau mau malam ini double date, biar aku yang menelpon Key”, oenni mengambil ponselnya.
“ah tidak usah, aku hanya becanda! Sana, katanya mau mandi, keburu malam”, aku menarik ponselnya.
“ck, kau ini... tidak mau kubantu?? Yasudah, aku mandi dulu”.

~        ~       ~

Malam ini oenni-ku mau date bersama ketua osis disekolahku ^^, sayangnya selama ini aku hanya melihat Seung Ho sunbae disekolah, kalau mau jalan bersama oenni pasti hanya menunggu dimobil, sambil meng-klakson-kan mobil.
Oenni mengenakan mini dress warna baby-pink, kyeopta~ aku juga ingin rasanya.

“oenni, aku titip salam ya. Bilang, aku sering melihatnya disekolah, kami juga pernah teguran...hanya sekali, pacarmu menarik perhatian”.
“kekeke, iya. Nanti kututitipkan salammu. Aku berangkat dulu ya, hati-hati dirumah”, oenni meninggalkan kamar.

Entah apa yg sedang kupikirkan saat ini, aku mencoba meyakinkan diriku kalau Key adalah orang yg terbaik untukku, entah apa yg akan terjadi berikutnya... bagaimana dengan Jung-Ah?? Apa aku terlalu egois??

Dddddddrrrrrrttttt.... ddddddrrrrtttttt....

“yobosaeyo~”.
“Seulhwa-ssi, apa kau sudah sehat?”, terdengar suara lelaki didalam telepon genggamku.
“ne, ini siapa??”.
“Minho”, oh ternyata...
“ne, ada apa menelponku??”.
“aku mau minta tolong... kau itu teman wanita pertamaku...”, dia berhenti ditengah jalan, apa maksudnya??
“lalu??”.
“bagaimana... cara minta maaf kepada wanita?? biasanya wanita suka apa?? wajar tidak kalau pacar bersikap cuek??”.
“mwo?? Apa kau baru pertama kali pacaran Minho-ssi??”, ucapannya sedikit membuatku kaget.
“ne, ottokee?? Pacarku marah~ aku baru jadian dengannya saat upacara penerimaan siswa baru, dulu dia kakak kelasku kami bertemu di satu sekolah lagi”, nadanya sedikit merendah, terdengar pasrah.
“hhhmmmppp.... kau ini... ubahlah sikapmu yg pendiam dan selalu mengalah. Berikan dia coklat atau boneka, wanita akan merasa tenang kalau diberikan itu...lebih tepatnya aku, kekeke~”.
“ah, jeongmal?? Lalu bagaimana caraku meminta maaf??”.
“tapi Minho-ssi, chakkaman! Siapa yg menyatakan perasaan duluan??”, entah enapa aku tidak yakin dia duluan.
“pacarku. Kuakui dia tomboy.... ah sinca~ naega molla”, omona!! Minho-ssi, kau harus banyak belajar dari Key.
“ucapkan saja maaf, bicarakan semua yg ingin kau bicarakan, kalau kau tulus pacarmu juga akan mengerti, percayalah padaku”.
“baiklah! gomawo Park Seulhwa~ annyeong!”, dia menutup telponnya.

Choi Minho... kharismanya terlihat, tapi sayangnya pendiam, Jonghyun... menurutku dia usil, Eun Hee... perhatian dengan Key, Onew... entah, tapi menurutku anak itu blak-blakkan.... baru seginilah teman baruku.

~        ~       ~

“Seulhwa, mianhae.... kemarin aku ke club dance, aku mencalonkan diri... tadinya aku mau mengajakmu, tapi kau pergi entah kemana, aku baru tahu saat Eun Hee tiba-tiba marah dan mengatakan itu padaku”, Jung-Ah langsung menarik tangaku yg baru masuk kekelas.
“gwencana~ aku tidak marah kok”.
“Seulhwa-ssi!”, Minho memanggilku, sambil melambaikan tangan, sepertinya menyuruhku keluar kelas.
“ne, ada apa?? Kenapa tidak dikelas?? Sebentar lagi bel”, kataku sambil melihat jam tanganku.
“baiklah, nanti istirahat aja...”, dia masuk kekelas, aish anak ini~

Minggu ini guru-guru masih sibuk mengurusi ini itu, bentar bentar rapat, aku tidak yakin minggu depan kami semua bisa leluasa seperti ini, pasti sangat sibuk karena harus mengejr materi.
Key sedang gabung bersama teman barunya, yak! Jonghyun-ssi dan Minho-ssi, oh! Onew-ssi juga masuk kekelas, apakah ia tidak punya teman lagiiii?? Selalu kekelasku.
Rasanya bosaaaan~ aku tidak membawa komik, novel, atau apapun yg tidak membosankan, Eun Hee masih melanjutkan membaca buku yg kemarin dibawanya, Jung-Ah... walaupu sebangku denganku tapi selalu bermain ke barisan ujung didepan... omo~ aku mencoba memberanikan diri bergabung bersama Key dkk.

“ngg... boleh aku bergabung??”, aku memainkan jariku.
“ne!”, mereka serempak. “sini duduk disebelahku”, Key menarik bangku.
“ya! Eun Hee, bergabunglah sini”, lanjut Key.
“ne”, timpal Onew... omoooo, kembali dengan senyum ituuuuu.

Eun Hee tersenyum dan pindah kesampingku, aku baru pertama kali melihat Eun Hee senyum seperi ini.

“nah, bagaimana kalau kita main jujur-jujur an??”, Jonghyun tiba-tiba mengheningkan suasana.
“aku setuju, siapa lagi yang setuju?”, Onew mengangkat tangannya... disusul Jonghyun, aku, Key, Eun Hee.
“Minho-ssi, angkat lah tanganmu”, hanya Minho yg tidak mengangkat.
“... ne ...”.
“okay! Ini peraturannya, setiap orang hanya boleh bertanya satu pertanyaan, baiklah! karena aku yg mengusulkan permainan, jadi aku yang memutarkan botol”.

Semuanya terlihat tegang, berharap bukan gilirannya.... dan.... Jonghyun! Ibarat senjata makan tuan, kekekeke~.

“Jonghyun!”, semua serempak sambil menunjuk Jonghyun.
“ah, sinca! Ne, apa yang mau ditayakan?”.
“apa kau sudah punya pacar?”, Key memulai pertanyaan.
“belum”.
“apa ada orang yang kau sukai?”, lanjut Onew.
“ada”.
“siapa?”, Minho terlihat penasaran.
“molla, aku tidak tahu namanya, aku baru tiga hari disini”.
“dia duduk dimana?”, lanjut Eun Hee.
“nggg...sebelah Seulhwa”, Jonghyun langsung menunduk.
“Jung-Ah??!”, teriakku, Eun Hee, dan Key.
“ne? Apa kalian memanggilku??”, teriakkan kami pun terdengar sampai barisan depan.
“ane... kami hanya mengetes...kebudek-kan-mu, kekeke~”, Key... jawabanmu tidak masuk akal. Jung-Ah tertawa sambil meggeleng dan kembali becanda bersama temannya.
“sejak kapan?”, giliranku sekarang.
“molla, tiba-tiba rasa itu datang aja, aku suka ketawa sendiri kalau melihatnya”, wajah Jonghyun berubah menjadi merah.

Oke, sekarang Jonghyun memutarkan botol minumnya lagi...

“Onew!”, kami serempak.
“ne~”, dia pasrah.
“aku tahu kau tidak punya pacar, tapi... apa ada yg kau sukai sekarang?”, Minho memulai.
“ada”.
“siapa?”, Eun Hee menimpali pertanyaan.
Tiba-tiba suasana hening, Onew diam sambil menunduk, sesekali terdengar dia bilang ‘otokee’.
“ya! Onew, cepaaat”, balas Jonghyun.
“Eun Hee Ri!”, dia menatap Eun Hee. Eun Hee sedikit terbengong mendengar jawabannya.
“apa... kau berniat menjadikannya pacar?”, lanjut ku.
“mungkin...”.
“kenapa mungkin? Apa kau hanya sekedar suka?”, Jonghyun tertawa kecil melihat tingkah Onew yg kaku.
“ane, aku belum kenal Eun Hee, aku hanya tahu Eun Hee”, aku menatap wajah Eun Hee, dia menunduk... wajahnya merah~ aiigo!!.
“kenapa kau bisa suka dia?”, Key mulai penasaran.
“karena... menurutku dia beda”.

Suasana semakin hening, kami saling memperhatikan satu sama lain
Braak!! Minho mendebrak meja
“kenapa jadi hening? Onew, putar botolnya”.
Onew memutar botol, dan... aku yang kena
“Seulhwa!”, semua serempak memanggilku.
“apa kau sudah punya pacar?”, Eun Hee bertanya begitu, apa... Key tidak memberittahunya?? Dan... aish, jawablah Seulhwa!
“sudah”.
“siapa?”, Minho memandangku.
“Key”.
“Key??! Bukannya kalian sudah putus?”, Jonghyun dan Minho serempak.
“memang, tapi kami berbaikan lagi”.
“kapan?”, tanya Onew.
“kemarin”.
“apa... ah bukan, tapi sebenarnya saat ini siapa yang kau suka?”, hanya Key yang belum kebagian bicara.
“apa maksudmu Key? Jelas-jelas dia pacarmu”, timpal Onew.
“aku hanya ingin bertanya”, jawabnya cuek.
Key.. aku tahu maksudmu, aku memang menyukai Taemin, tapi semenjak kejadian kemarin Key menarik hatiku, aku merasa dia yang terbaik untukku saat ini, baiklah aku akan menjawab jujur.
“Key!”, jawabku mantap.
“mwo?”, dia mendekatkan kupingnya ke wajahku.
“Key! Kim Kibum!”.

Semuanya hening, aku rasa Onew, Jonghyun, dan Minho belum mengerti maksud Key, tapi yasudahlah...
Aku memutar botol itu... dan

“Minho-ssi!”
“apa kau sudah punya pacar?”, tanya Key.
“ya! Apakah topik saat ini pacar?”, Jonghyun sepertinya sudah mulai bosan.
“biarkan... makin kebelakang makin seru”, balas Onew.
“ne, aku sudah punya”.
“siapa namanya?”, aku sudah tahu kau punya pacar, tapi aku tidak tahu siapa.
“Shin Hee-Young noona”.
“mwo? Kenapa aku tidak tahu?? Tapi... bukankah dia senior kita waku SMP?”, Jonghyun terlihat shock mendengar ucapan sahabatnya.
“ne, dia... sekolah disini juga”.
“bagaimana itu bisa terjadi?”, Onew meninggikan suara.
“saat upacara penerimaan murid baru, kami bertemu lagi”.
“sejujurnya... apa kau juga menyukainya??”, lanjut Eun Hee.
“ne, aku suka karena... dia tomboy, dan keluargaku juga mengenalnya baik”.

Suasana kembali hening... Minho memutar botol, dan sekarang Eun Hee kena.
“Eun Hee!”.
“apa hubunganmu dengan Key? Kalian terlihat akrab”, Minho memulai pertanyaan.
“dia adikku”.
“ne?? Ottokee? Apa kau tidak naik kelas?”, lanjut Jonghyun.
“ne, waktu SMP aku sengaja melakukan itu”.
“kenapa kau lakukan itu?”, Key terlihat penasaran. BAHKAN! Key belum tahu soal itu.
“aku. Ingin melindungi adik laki-laki ku satu-satunya... walaupun kita beda ibu”.
“tapi... apa perasaanmu pada Key?”, lanjutku.
“sayang”.
“sebagai?”, Onew mulai bertanya.
“dongsaeng”.

Onew tersenyum memandang Eun Hee, aku rasa Onew benar-benar suka padanya... nggg~ rasanya aku ingin mencubit wajah lelaki ituuu

“baiklah, karena tinggal satu yang belum, Key!”, Minho memecahkan keheningan lagi.

“kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah berbaikan dengan Seulhwa?”, Eun Hee langsung bertanya begitu.
“aku ingin kau mendengar langsung darinya”.
“siapa pacar pertama mu?”, sambung Onew, seperti sudah menyiapkan pertanyaan ini.
“Seulhwa”.
“apa kau mencintainya?”, lanjut Jonghyun.
“ne”.
“sejak kapan?”, tanya Minho.
“sejak... satu minggu setelah aku mengenalnya”.
“kenapa bisa?”, lanjutku.
“karena... aku suka sifatmu, aku suka gayamu, aku suka semua darimu kau... masih polos”.

Hening terasa lagi, aku merasa tenang bisa mengatakan semua ini, walaupun memang rasanya malu. Ngomong-ngomong... aku jadi ingin menjodohkan Eun Hee dengan Onew, mereka lucu ^^

“Minho~”, dari luar terdengar suara perempuan memanggil Minho.
“noona?”, aku rasa itu Hee-Yeong oenni. Minho berdiri dan menghampirinya.
“ya! Kenapa dikartu ucapan maaf-mu kau berkata ‘mianhae Park Seulhwa’, memang namaku Seulhwa apa?? Mana yang namanya Seulhwa?”, glek! Minho-ssi~ kau ini masih terbawa suasana atau bagaimana...???
Aku berdiri mendekati mereka.

“oh~ jadi kau Park Seulhwa? Kau ini siapanya Minho?”, tiba-tiba suasana kelas menjadi hening.
“aku... temannya Minho”, sambil menunduk aku bicara begitu.
“teman atau apa?? Bahkan pacarku sampai menulis namamu!”.
“bukan begitu...”.
“memangnya Minho tidak memberitahumu kalau dia sudah punya pacar?”, aku belum selesai bicara...
“sudah..”.
“kalau begini nege mwoeya!!?”
“ya! Oenni! Apa dikeluargamu kau tidak diajarkan sopan santun?? Walaupun aku lebih muda darimu tapi aku masih tahu sopan santun”.
“mwo?”
“tunggu aku selesai bicara, hanya itu!”, aku meninggikan suaraku.
Dia terdiam sambil menatapku sinis “memangnya perlu penjelasan apa lagi??”.
“Minho-ssi menelponku kemarin, dia bertanya padaku bagaimana cara meminta maaf pada pacarnya, mungkin dia masih terbawa suasana jadi menulis namaku! Tahukah oenni betapa susahnya Minho hanya untuk minta maaf padamu?”, oke, hanya itu yang ingin ku beritahu.
“ah, jeongmal?!”, dia memegang tanganku.
“ne!”, sambil nafas terengah-engah aku bicara.
“mianhae noona, ini memang tidak ada hubungannya denganmu, tapi Seulhwa itu pacarku, tidak mungkin dia merebut pacarmu”, Key maju dan merangkulku, seluruh isi kelasku semakin terhening mendengar ucapan Key, tak terkecuali Jung-Ah.
“kalau gitu, mianhae, maafkan aku, aku yang mengambil tindakan tanpa berpikir”, Hee-Young oennii meninggalkan kelas.

Pertunjukan yang hebat >< aku tidak menyangka bisa mengucapkan itu semua dari mulutku, aku harap itu semua tidak membuat oenni jera datang kekelasku..

“bukankah kalian hanya mantan?” tanya seorang murid, aku tidak tahu namanya.
“aku sudah berbaikan, siapa yang bilang begitu?”, Key melepas rangkulannya.
“Jung-Ah”, dia menunjuk Jung-Ah.
“oh~”, Key kembali ketempat duduk, menenangkan pikirannya.

 -To Be Continued-

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar

Sabtu, 02 Juli 2011

Love in Love (part 4)

Diposting oleh Salwa Seulhwa di 06.21








Tak menunggu terlalu lama, oenni datang. Wajahnya sedikit terkejut melihat keberadaanku dan Key, ekpresinya lucu! Kekeke~
“Key? Lama tidak bertemu. Apa... aku mengganggu?”.
“ane... sama sekali tidak noona, baiklah aku permisi dulu, annyeong!”, setelah membungkukkan badan, ia keluar dari kamar.
“chakkaman! Kenapa buru-buru??”, oenni menarik tangannya.
“aku hanya menunggu sampai Jiyeon noona datang, lagipula ini sudah sore, kekeke”.
“baiklah, hati-hati dijalan”, oenni melambaikan tangannya.
“ne, annyeong~”, dia keluar dari kamarku.

Oenni menatapku seolah sudah tahu apa yang telah terjadi, dia hanya tersenyum sambil mencubit pipiku.

“ceritakan~”, oenni memasang wajah manja.
“mwo?”.
“ada apa dengan Key? Tumben kesini, apa kalian sudah berbaikan?”, sepertinya dia ingin memancingku.
“ahh sinca! Ne, apa oenni senang?”, aku mengalihkan wajahku.
“ah jeongmal? Seulhwa! Kalian itu memang cocok, apa yang harus ditutupi lagi? Oenni mu ini mendukung kok”.
“ne... tapi aku masih bingung... ah jangan tanya aku hal ini lagi”, aku menutup wajahku dengan bantal.
“ck, yasudahlah aku mau mandi dulu, oh ya kalau ada telpon dari Seung Ho bilang aku sedang mandi”, oenni melepaskan jas nya.
“apa kalian mau pergi??”.
“ne, nanti malam. Sudah sekitar satu bulan aku tidak pergi bersamanya”.
“ngggg~ aku iri~”, aku menarik tangannya.
“aish, dasar kau! Key atau Taem?”.
“Taem? Taemin?”, glek... kenapa ditanya hal seperti ini lagi?
“siapa lagi coba! Kalau mau malam ini double date, biar aku yang menelpon Key”, oenni mengambil ponselnya.
“ah tidak usah, aku hanya becanda! Sana, katanya mau mandi, keburu malam”, aku menarik ponselnya.
“ck, kau ini... tidak mau kubantu?? Yasudah, aku mandi dulu”.

~        ~       ~

Malam ini oenni-ku mau date bersama ketua osis disekolahku ^^, sayangnya selama ini aku hanya melihat Seung Ho sunbae disekolah, kalau mau jalan bersama oenni pasti hanya menunggu dimobil, sambil meng-klakson-kan mobil.
Oenni mengenakan mini dress warna baby-pink, kyeopta~ aku juga ingin rasanya.

“oenni, aku titip salam ya. Bilang, aku sering melihatnya disekolah, kami juga pernah teguran...hanya sekali, pacarmu menarik perhatian”.
“kekeke, iya. Nanti kututitipkan salammu. Aku berangkat dulu ya, hati-hati dirumah”, oenni meninggalkan kamar.

Entah apa yg sedang kupikirkan saat ini, aku mencoba meyakinkan diriku kalau Key adalah orang yg terbaik untukku, entah apa yg akan terjadi berikutnya... bagaimana dengan Jung-Ah?? Apa aku terlalu egois??

Dddddddrrrrrrttttt.... ddddddrrrrtttttt....

“yobosaeyo~”.
“Seulhwa-ssi, apa kau sudah sehat?”, terdengar suara lelaki didalam telepon genggamku.
“ne, ini siapa??”.
“Minho”, oh ternyata...
“ne, ada apa menelponku??”.
“aku mau minta tolong... kau itu teman wanita pertamaku...”, dia berhenti ditengah jalan, apa maksudnya??
“lalu??”.
“bagaimana... cara minta maaf kepada wanita?? biasanya wanita suka apa?? wajar tidak kalau pacar bersikap cuek??”.
“mwo?? Apa kau baru pertama kali pacaran Minho-ssi??”, ucapannya sedikit membuatku kaget.
“ne, ottokee?? Pacarku marah~ aku baru jadian dengannya saat upacara penerimaan siswa baru, dulu dia kakak kelasku kami bertemu di satu sekolah lagi”, nadanya sedikit merendah, terdengar pasrah.
“hhhmmmppp.... kau ini... ubahlah sikapmu yg pendiam dan selalu mengalah. Berikan dia coklat atau boneka, wanita akan merasa tenang kalau diberikan itu...lebih tepatnya aku, kekeke~”.
“ah, jeongmal?? Lalu bagaimana caraku meminta maaf??”.
“tapi Minho-ssi, chakkaman! Siapa yg menyatakan perasaan duluan??”, entah enapa aku tidak yakin dia duluan.
“pacarku. Kuakui dia tomboy.... ah sinca~ naega molla”, omona!! Minho-ssi, kau harus banyak belajar dari Key.
“ucapkan saja maaf, bicarakan semua yg ingin kau bicarakan, kalau kau tulus pacarmu juga akan mengerti, percayalah padaku”.
“baiklah! gomawo Park Seulhwa~ annyeong!”, dia menutup telponnya.

Choi Minho... kharismanya terlihat, tapi sayangnya pendiam, Jonghyun... menurutku dia usil, Eun Hee... perhatian dengan Key, Onew... entah, tapi menurutku anak itu blak-blakkan.... baru seginilah teman baruku.

~        ~       ~

“Seulhwa, mianhae.... kemarin aku ke club dance, aku mencalonkan diri... tadinya aku mau mengajakmu, tapi kau pergi entah kemana, aku baru tahu saat Eun Hee tiba-tiba marah dan mengatakan itu padaku”, Jung-Ah langsung menarik tangaku yg baru masuk kekelas.
“gwencana~ aku tidak marah kok”.
“Seulhwa-ssi!”, Minho memanggilku, sambil melambaikan tangan, sepertinya menyuruhku keluar kelas.
“ne, ada apa?? Kenapa tidak dikelas?? Sebentar lagi bel”, kataku sambil melihat jam tanganku.
“baiklah, nanti istirahat aja...”, dia masuk kekelas, aish anak ini~

Minggu ini guru-guru masih sibuk mengurusi ini itu, bentar bentar rapat, aku tidak yakin minggu depan kami semua bisa leluasa seperti ini, pasti sangat sibuk karena harus mengejr materi.
Key sedang gabung bersama teman barunya, yak! Jonghyun-ssi dan Minho-ssi, oh! Onew-ssi juga masuk kekelas, apakah ia tidak punya teman lagiiii?? Selalu kekelasku.
Rasanya bosaaaan~ aku tidak membawa komik, novel, atau apapun yg tidak membosankan, Eun Hee masih melanjutkan membaca buku yg kemarin dibawanya, Jung-Ah... walaupu sebangku denganku tapi selalu bermain ke barisan ujung didepan... omo~ aku mencoba memberanikan diri bergabung bersama Key dkk.

“ngg... boleh aku bergabung??”, aku memainkan jariku.
“ne!”, mereka serempak. “sini duduk disebelahku”, Key menarik bangku.
“ya! Eun Hee, bergabunglah sini”, lanjut Key.
“ne”, timpal Onew... omoooo, kembali dengan senyum ituuuuu.

Eun Hee tersenyum dan pindah kesampingku, aku baru pertama kali melihat Eun Hee senyum seperi ini.

“nah, bagaimana kalau kita main jujur-jujur an??”, Jonghyun tiba-tiba mengheningkan suasana.
“aku setuju, siapa lagi yang setuju?”, Onew mengangkat tangannya... disusul Jonghyun, aku, Key, Eun Hee.
“Minho-ssi, angkat lah tanganmu”, hanya Minho yg tidak mengangkat.
“... ne ...”.
“okay! Ini peraturannya, setiap orang hanya boleh bertanya satu pertanyaan, baiklah! karena aku yg mengusulkan permainan, jadi aku yang memutarkan botol”.

Semuanya terlihat tegang, berharap bukan gilirannya.... dan.... Jonghyun! Ibarat senjata makan tuan, kekekeke~.

“Jonghyun!”, semua serempak sambil menunjuk Jonghyun.
“ah, sinca! Ne, apa yang mau ditayakan?”.
“apa kau sudah punya pacar?”, Key memulai pertanyaan.
“belum”.
“apa ada orang yang kau sukai?”, lanjut Onew.
“ada”.
“siapa?”, Minho terlihat penasaran.
“molla, aku tidak tahu namanya, aku baru tiga hari disini”.
“dia duduk dimana?”, lanjut Eun Hee.
“nggg...sebelah Seulhwa”, Jonghyun langsung menunduk.
“Jung-Ah??!”, teriakku, Eun Hee, dan Key.
“ne? Apa kalian memanggilku??”, teriakkan kami pun terdengar sampai barisan depan.
“ane... kami hanya mengetes...kebudek-kan-mu, kekeke~”, Key... jawabanmu tidak masuk akal. Jung-Ah tertawa sambil meggeleng dan kembali becanda bersama temannya.
“sejak kapan?”, giliranku sekarang.
“molla, tiba-tiba rasa itu datang aja, aku suka ketawa sendiri kalau melihatnya”, wajah Jonghyun berubah menjadi merah.

Oke, sekarang Jonghyun memutarkan botol minumnya lagi...

“Onew!”, kami serempak.
“ne~”, dia pasrah.
“aku tahu kau tidak punya pacar, tapi... apa ada yg kau sukai sekarang?”, Minho memulai.
“ada”.
“siapa?”, Eun Hee menimpali pertanyaan.
Tiba-tiba suasana hening, Onew diam sambil menunduk, sesekali terdengar dia bilang ‘otokee’.
“ya! Onew, cepaaat”, balas Jonghyun.
“Eun Hee Ri!”, dia menatap Eun Hee. Eun Hee sedikit terbengong mendengar jawabannya.
“apa... kau berniat menjadikannya pacar?”, lanjut ku.
“mungkin...”.
“kenapa mungkin? Apa kau hanya sekedar suka?”, Jonghyun tertawa kecil melihat tingkah Onew yg kaku.
“ane, aku belum kenal Eun Hee, aku hanya tahu Eun Hee”, aku menatap wajah Eun Hee, dia menunduk... wajahnya merah~ aiigo!!.
“kenapa kau bisa suka dia?”, Key mulai penasaran.
“karena... menurutku dia beda”.

Suasana semakin hening, kami saling memperhatikan satu sama lain
Braak!! Minho mendebrak meja
“kenapa jadi hening? Onew, putar botolnya”.
Onew memutar botol, dan... aku yang kena
“Seulhwa!”, semua serempak memanggilku.
“apa kau sudah punya pacar?”, Eun Hee bertanya begitu, apa... Key tidak memberittahunya?? Dan... aish, jawablah Seulhwa!
“sudah”.
“siapa?”, Minho memandangku.
“Key”.
“Key??! Bukannya kalian sudah putus?”, Jonghyun dan Minho serempak.
“memang, tapi kami berbaikan lagi”.
“kapan?”, tanya Onew.
“kemarin”.
“apa... ah bukan, tapi sebenarnya saat ini siapa yang kau suka?”, hanya Key yang belum kebagian bicara.
“apa maksudmu Key? Jelas-jelas dia pacarmu”, timpal Onew.
“aku hanya ingin bertanya”, jawabnya cuek.
Key.. aku tahu maksudmu, aku memang menyukai Taemin, tapi semenjak kejadian kemarin Key menarik hatiku, aku merasa dia yang terbaik untukku saat ini, baiklah aku akan menjawab jujur.
“Key!”, jawabku mantap.
“mwo?”, dia mendekatkan kupingnya ke wajahku.
“Key! Kim Kibum!”.

Semuanya hening, aku rasa Onew, Jonghyun, dan Minho belum mengerti maksud Key, tapi yasudahlah...
Aku memutar botol itu... dan

“Minho-ssi!”
“apa kau sudah punya pacar?”, tanya Key.
“ya! Apakah topik saat ini pacar?”, Jonghyun sepertinya sudah mulai bosan.
“biarkan... makin kebelakang makin seru”, balas Onew.
“ne, aku sudah punya”.
“siapa namanya?”, aku sudah tahu kau punya pacar, tapi aku tidak tahu siapa.
“Shin Hee-Young noona”.
“mwo? Kenapa aku tidak tahu?? Tapi... bukankah dia senior kita waku SMP?”, Jonghyun terlihat shock mendengar ucapan sahabatnya.
“ne, dia... sekolah disini juga”.
“bagaimana itu bisa terjadi?”, Onew meninggikan suara.
“saat upacara penerimaan murid baru, kami bertemu lagi”.
“sejujurnya... apa kau juga menyukainya??”, lanjut Eun Hee.
“ne, aku suka karena... dia tomboy, dan keluargaku juga mengenalnya baik”.

Suasana kembali hening... Minho memutar botol, dan sekarang Eun Hee kena.
“Eun Hee!”.
“apa hubunganmu dengan Key? Kalian terlihat akrab”, Minho memulai pertanyaan.
“dia adikku”.
“ne?? Ottokee? Apa kau tidak naik kelas?”, lanjut Jonghyun.
“ne, waktu SMP aku sengaja melakukan itu”.
“kenapa kau lakukan itu?”, Key terlihat penasaran. BAHKAN! Key belum tahu soal itu.
“aku. Ingin melindungi adik laki-laki ku satu-satunya... walaupun kita beda ibu”.
“tapi... apa perasaanmu pada Key?”, lanjutku.
“sayang”.
“sebagai?”, Onew mulai bertanya.
“dongsaeng”.

Onew tersenyum memandang Eun Hee, aku rasa Onew benar-benar suka padanya... nggg~ rasanya aku ingin mencubit wajah lelaki ituuu

“baiklah, karena tinggal satu yang belum, Key!”, Minho memecahkan keheningan lagi.

“kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah berbaikan dengan Seulhwa?”, Eun Hee langsung bertanya begitu.
“aku ingin kau mendengar langsung darinya”.
“siapa pacar pertama mu?”, sambung Onew, seperti sudah menyiapkan pertanyaan ini.
“Seulhwa”.
“apa kau mencintainya?”, lanjut Jonghyun.
“ne”.
“sejak kapan?”, tanya Minho.
“sejak... satu minggu setelah aku mengenalnya”.
“kenapa bisa?”, lanjutku.
“karena... aku suka sifatmu, aku suka gayamu, aku suka semua darimu kau... masih polos”.

Hening terasa lagi, aku merasa tenang bisa mengatakan semua ini, walaupun memang rasanya malu. Ngomong-ngomong... aku jadi ingin menjodohkan Eun Hee dengan Onew, mereka lucu ^^

“Minho~”, dari luar terdengar suara perempuan memanggil Minho.
“noona?”, aku rasa itu Hee-Yeong oenni. Minho berdiri dan menghampirinya.
“ya! Kenapa dikartu ucapan maaf-mu kau berkata ‘mianhae Park Seulhwa’, memang namaku Seulhwa apa?? Mana yang namanya Seulhwa?”, glek! Minho-ssi~ kau ini masih terbawa suasana atau bagaimana...???
Aku berdiri mendekati mereka.

“oh~ jadi kau Park Seulhwa? Kau ini siapanya Minho?”, tiba-tiba suasana kelas menjadi hening.
“aku... temannya Minho”, sambil menunduk aku bicara begitu.
“teman atau apa?? Bahkan pacarku sampai menulis namamu!”.
“bukan begitu...”.
“memangnya Minho tidak memberitahumu kalau dia sudah punya pacar?”, aku belum selesai bicara...
“sudah..”.
“kalau begini nege mwoeya!!?”
“ya! Oenni! Apa dikeluargamu kau tidak diajarkan sopan santun?? Walaupun aku lebih muda darimu tapi aku masih tahu sopan santun”.
“mwo?”
“tunggu aku selesai bicara, hanya itu!”, aku meninggikan suaraku.
Dia terdiam sambil menatapku sinis “memangnya perlu penjelasan apa lagi??”.
“Minho-ssi menelponku kemarin, dia bertanya padaku bagaimana cara meminta maaf pada pacarnya, mungkin dia masih terbawa suasana jadi menulis namaku! Tahukah oenni betapa susahnya Minho hanya untuk minta maaf padamu?”, oke, hanya itu yang ingin ku beritahu.
“ah, jeongmal?!”, dia memegang tanganku.
“ne!”, sambil nafas terengah-engah aku bicara.
“mianhae noona, ini memang tidak ada hubungannya denganmu, tapi Seulhwa itu pacarku, tidak mungkin dia merebut pacarmu”, Key maju dan merangkulku, seluruh isi kelasku semakin terhening mendengar ucapan Key, tak terkecuali Jung-Ah.
“kalau gitu, mianhae, maafkan aku, aku yang mengambil tindakan tanpa berpikir”, Hee-Young oennii meninggalkan kelas.

Pertunjukan yang hebat >< aku tidak menyangka bisa mengucapkan itu semua dari mulutku, aku harap itu semua tidak membuat oenni jera datang kekelasku..

“bukankah kalian hanya mantan?” tanya seorang murid, aku tidak tahu namanya.
“aku sudah berbaikan, siapa yang bilang begitu?”, Key melepas rangkulannya.
“Jung-Ah”, dia menunjuk Jung-Ah.
“oh~”, Key kembali ketempat duduk, menenangkan pikirannya.

 -To Be Continued-

0 komentar on "Love in Love (part 4)"

Posting Komentar