Ternyata oenni benar-benar meninggalkanku, ia sudah berangkat naik bus… sedangkan aku harus diantar ajussi. Oemma dan appa sudah lima hari belum pulang, walaupun jarang dirumah, tapi mereka selalu menyempatkan waktu untukku dan oenni.
Aku hanya diam saat berada didalam mobil, memikirkan apa yang akan terjadi nanti disekolah, oke, sugesti bermain sekarang! Aku harus punya sugesti kalau hari ini tidak aka nada kejadian yang menyebalkan lagi!!
“noona, kita sudah sampai”, ajussi menghentikan mobil.
“ne, gomapta ajussi”, aku turun dari mobil.
Baru kukeluarkan satu kaki ku dari mobil, ada yang menarikku, aku belum sempat melihat wajahnya karena sibuk mengurusi kaki ku yang tersangkut didalam mobil.
“ya! Apa kau tidak lihat kaki ku yang satu masih ada didalam mobil?!”, kataku sedikit memberontak pada orang yang menarikku itu.
“mian, neun…yang kemarin kan??”, kata lelaki itu.
Aku masih mencerna kata-katanya, apa maksudnya ‘yang kemarin’?
“ne??”, kataku sedikit sinis.
“jonen Choi Minho imnida, mianhae…soal yang kemarin, aku dan temanku hanya bermaksud taruhan, bukan mengganggu”, katanya, memperjelas pembicaraan.
“kenapa minta maaf padaku? Kurasa…lebih baik minta maaf pada Eun Hee dan Kibum, orang yang duduk persis dibelakangmu”, aku langsung melanjutkan jalan kedalam sekolah.
Aku bingung…kenapa dia harus minta maaf padaku?? Padahal kemarin aku yang minta maaf, aneh sekali. Kenapa aku begitu bodoh dalam masalah seperti ini?! Aish, babo!
Aku masuk kelas sedikit ragu, entah mengapa walaupun sudah bersugesti hari ini tidak aka nada apa-apa, tapi kenapa perasaanku tidak tenang ya dari tadi pagi??
“Seulhwa, apa kau sudah mencari Seung Hoo sunbae?”, Jung-Ah tiba-tiba bertanya seperti itu.
“Mworago?”, tanyaku bingung.
“ne! kau bilang Seung Hoo sunbae sekolah disini, pacar Ji Yeon oenni…”, jelasnya.
“oooh~ kau masih ingat rupanya, ne! bagaimana kalau istirahat nanti kita mencarinya?”, tiba-tiba mood ku naik.
“ide bagus Seulhwa, oke!”, kami pun ber toast.
Eun Hee tersenyum sedikit aneh saat melihat kami begini, apa dia tidak senang melihatnya??
Karena ini baru minggu awal masuk sekolah, guru-guru pun baru berkenalan, pelajaran banyak yang belum serius, dan dengan hangat guru-guru menyambut. Dua jam pelajaran hanya dipakai untuk perkenalan, pasti masih banyak sisa jam, biasanya itu kami gunakan untuk berkenalan satu sama lain atau hanya diam ditempat.
Aku tahu Jung-Ah memang gampang bergaul dengan lingkungan baru, tidak seperti aku, dia mulai pindah ke bangku anak yang lain untuk ‘pendekatan’, beruntung hari ini aku membawa komik, daripada bengong melihat anak-anak lain becanda, lebih baik aku membaca komik.
“Seulhwa”, terdengar suara Ki Bum memanggilku.
“ne?”.
“mau ke kantin?”, dia membuka pembicaraan.
“ah, apa kau tidak lihat aku sedang membaca komik? Sendiri saja lah~”, kataku sedikit menghiraukannya.
“tapi… yasudahlah! Minho, Jonghyun, ayo kita ke kantin!”, dia beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kantin bersma dua orang ‘itu’.
Oh iya, Choi Minho...Jonghyun... ah ara, mereka sudah berkenalan rupanya, tapi kenapa aku tidak tahu ya??
“Seulhwa, boleh aku duduk disebelahmu?”, Eun Hee tiba-tiba menghampiriku.
“ne, anjaseyo”.
“bahasamu baku”, katanya santai.
“jeongmal?? Oenni selalu menyuruhku berbicara seperti itu”.
“oooh”.
“wae?”, tanyaku.
“ne?? ah~ aku…sejujurnya aku ingin bertanya, dimatamu Key itu seperti apa?”, dia langsung berbicara straight to the point.
“Ki Bum…”.
“sejujurnya dia senang dipanggil Key, berhentilah berbicara bahasa formal”, ada yang salah dengan Eun Hee, atau dia memang seperti ini.
“Key… sejujurnya aku juga bingung tentangnya. Dia baik, sangat malah… pintar, keren, tapi… entah kenapa aku hanya bisa menganggapnya sebagai kakak”.
“geronde… apa kau tidak punya rasa sama sekali padanya?”.
“ku bilang… aku hanya menganggapnya sebagai kakak, karena dia yang membibing dan melindungiku…mungkin aku kelewatan, tapi… ya memang ini lah adanya. Apa kau suka pada Ki…maksudku Key?”.
“tidak mungkin! Aku ini sahabatnya, malahan… kami satu appa”, aku sedikit terkejut mendengar ucapan Eun Hee, tidak pernah terpikirkan olehku… tapi kenapa Key juga tidak pernah cerita kepadaku??.
“hemn, arasseo~”, aku hanya menganggukkan kepala.
“jadi mana mungkin aku menyukainya…”, tiba-tiba seorang lelaki masuk ke kelas kami, entah siapa.
“permisi… dimana Minho dan Jonghyun?”, lelaki itu tiba-tiba bertanya.
“ne?!”, Eun Hee menjawab dengan nada melengking. Sepertinya aku tahu siapa yang dibicarakan.
“tadi sepertinya mereka ke kantin”, lanjutku.
“oh, ara ara. Gomawo!”, lelaki itu meninggalkan kelas sambil tersenyum. Sungguh! Manis sekaliiiii, dia juga tidak tanggung-tanggung senyum, baru kali ini aku melihat orang tersenyum tulus seperti itu.
Bel istirahat pun berbunyi, Jung-Ah melambaikan tangannya kepadaku, tandanya menyuruh aku keluar, kami mau mencari Seung Hoo sunbae, kata oenni dia senang duduk sendirian di taman. Dia pacar kakak ku sejak SMP, sayang mereka tidak satu sekolah, oenni sendiri kalau bercerita tentang Seung Hoo sunbae auranya langsung berbeda.
Tapi aku rasa aku melupakan sesuatu… yasudahlah, mungkin itu hanya firasatku. Istirahat kali ini aku inin mejelajah lingkungan dalam sekolah bersama Jung-Ah, sekaligus mencari siapa Seung Hoo sunbae.
“Seulhwa, ayo kita ke taman belakang”, Jung-Ah menarik tanganku.
“Ayo, Eun Hee, apa kau juga mau ikut?”, tanyaku.
“Ane, gomapta... aku akan menunggu Key disini” katanya, sambil mengeluarkan bento-nya.
“Baiklah kalau begitu, aku keluar dulu”.
“Seulhwa, tidakkah kau merasa Eun Hee itu aneh?”, kata Jung-Ah, berbisik kepadaku.
“aneh??”.
“ne! Anaknya sangat susah didekati, sedikit jutek padahal cantik, sangat tertutup, padahal karisma nya terlihat”, kata Min-Ah serius.
“arasseo Jung-Ah. Dia sudah bilang begitu padaku, memang susah mendekatinya, tapi aku sendiri penasaran padanya.
“ne! Aku juga”, Jung-Ah tersenyum tanpa melihat kedepan, dan...
“awh!”, jeritnya sambil memegan jidatnya, ia menubruk lelaki memakai jas bertuliskan ‘Leader of Students Organization’. Berarti...
“Seung Hoo sunbae...??”, tebakku.
“ne? Kau mengenalku?”, jawabnya.
Omona~ ternyata dia Seung Hoo sunbae, aiiigooooo! Wajahnya bersinar sekali, oenni, pacarmu benar benar menarik perhatian.
“ah, ne! Oenni...oenni...”, otokee, aku sampai bingung harus bicara apa.
“Ji Yeon oenni, kau mengenalnya kan? Dia adiknya”, Jung-Ah langsung berbicara begitu.
“oh~ algetsemnida... senang berkenalan denganmu, apa kau Park Seulhwa?”, lanjutnya.
“ne”.
“Ji Yeon sering bercerita tentangmu...tapi aku harus permisi sekarang, annyeong”, dia menundukkan kepala.
-To Be Cotinued-











0 komentar:
Posting Komentar