>>>>>>>>>>>>POV SEULHWA<<<<<<<<<<<<<
Pagi ini buru-buru kupakai sepatu sekolahku, kupandangi sepatu itu seakan penuh kesan medalam yg ada didalamnya. Ajussi memandangiku seakan ingin berkata “Apakah ini tidak kesiangan noona??”, cuek kubiarkan dia memandangi ku. Cepat-cepat ia menyalakan mesin mobil.
Perasaanku sekarang tidak karuan, aigoooo~ hari ini aku resmi menjadi siswi SMA di Busan, Korea Selatan. Waktu SMP temanku banyak tapi....ya begitulah! Kuharap ada yg satu sekolah denganku, lebih baik kalau satu kelas ^^. Rasanya aku ingin menyuruh ajussi untuk lebih cepat menyetir, tapi...aku takut >,< !!! aku benci rasa ini, labil sekali aku menjadi remaja.
“Noona, kita sudah sampai”, ajussi menghentikan mobil tepat didepan pintu gerbang.
“Nggg...ajussi, bisa temani aku masuk kedalam??”, tanyaku pelan.
“YE?? Noona, tidak mungkin aku yg seorang supir ini menemanimu kedalam sekolah, jeongmal mianhamnida”, ajussi menundukkan kepalanya dan langsung meninggalkanku.
Aku masih berdiri didepan pintu gerbang, rasanya masih ragu untuk masuk kedalam, aku takut dengan orang-orang ini~ aku mau pulang~ eomma, ottokke??? Kenapa aku harus takut dengan orang-orang baru, padahal tidak ada bedanya denganku... baiklah!! aku bisa!! Aku harus masuk!!
“Seulhwa!”, teriak seorang lelaki yg memanggil namaku, dan aku tahu jelas siapa yg punya suara khas seperti itu...
“Ki Bum??”, aku sendiri sebenarnya masih kurang yakin dengan suara itu, lalu kubalikkan badanku.
“Kenapa memanggilku Ki Bum?? Key! K-E-Y”, ucapnya dengan semangat.
“Selalu saja begitu, kita ini kan di Korea. Setahuku, kau bilang padaku akan pindah ke Seoul, kenapa malah di sini?”, tanyaku heran.
“Karena aku masih ingin bersamamu, hehe. Wow aku tidak menyangka bisa satu sekolah denganmu...kita kan pacaran jarak jauh~ kuharap Taemin juga disini”, doeng! Pikiranku kosong sekarang, mana mungkin aku satu sekolah dengan dua lelaki yang...yang...aish molla ><
Aku tetap diam tanpa mengatakan apapun pada Ki Bum, aku mau pindah rasanya, hueeee....
“Seulhwa! Lihatlah, kau dan aku satu kelas, bahkan ada Eun Hee.....tenang, aku tidak akan mengganggumu, aku akan duduk dengan Eun Hee”, dia langsung masuk kelas tanpa mengatakan salam padaku, memang itulah dia. Cakhkkaman! Eun Hee...bukankah itu nama wanita?? Biarlah, apa hubungannya denganku, toh aku bukan pacarnya lagi.
“Aduh!”, ada seseorang yg menyenggol pundakku kencang. Dan ternyata...
“Taemin, apa yg kau lihat? Ayo kita pergi, jangan hiraukan dia” Jinri, kekasih Taemin...yak! dialah lelaki yg kusukai...3 tahun, ah ane, 4 tahun sudah aku menyukainya, tapi aku tidak tahu perasaannya. Jinri dulunya adalah sahabatku aku tidak tahu apa yg membuatnya begini.
Mereka langsung pergi, tapi...tatapan apa yg baru saja diperlihatkan Taemin kepadaku?? Walaupun dingin tapi wajahnya manis sekali, cemberut-pun wajahnya tetap bersinar.
Ah, hiraukanlah...lebih baik aku masuk kelas. Ki Bum terlihat akrab berbicang-bincang pada teman sebangkunya, apa itu Eun Hee?? Tiba-tiba mereka menatapku, perempuan yg kutebak Eun Hee pun senyum padaku dan beranjak dari tempat duduknya, menghampiri aku yg berdiri seperti orang bodoh.
“Annyeong, Park Seulhwa kah? Aku Eun Hee Ri, panggil saja Eun Hee, sahabat Ki Bum”, dia melambaikan tangannya.
“Ne, Annyeong...panggil saja aku Seulhwa”, aku menundukkan kepalaku perlahan.
“Ki Bum sering bercerita tentang mu, sini, duduklah diseberangku. Aku bukan orang yg mudah didekati, bersyukurlah bisa kenal denganku”, katanya sambil tersenyum manis, aku hanya membalas dengan senyuman.
“Seulhwa!”, teriak suara perempuan memanggilku.
“Omo omo~ kau sekolah disini juga? Untunglah aku ada teman, duduk dengan ku yaa! Oh, atau dia teman sebangkumu?”, suara Jung -Ah terdengar nyaring.
“Ah, ane…aku duduk diseberangnya, boleh! Aku juga tidak ada teman sebangku”, balasku. Kami ini sahabatan sejak SMP, tapi…. Setahuku dia bilang ingin pindah sekolah, ckckck sifatnya tidak jauh beda dari Key.
“Bukankah kau bilang ingin pindah keluar Korea?”, tanyaku lembut.
“Ah, itu… orangtuaku mengundur kepindahan sampai musim panas”, jawabnya sambil tersenyum.
“Permisi, aku Shin Jung-Ah! Teman Seulhwa sekaligus teman Key”, sapanya halus pada Eun Hee.
“Ne, aku juga teman mereka berdua”, jawabnya cuek.
Ada dua lelaki yg duduk didepan Eun Hee dan Ki Bum yg terus memandangi kami bertiga, risih rasanya...tapi biarlah, toh mereka bukan siapa-siapa ku, hehe
“Mwo??! Apa yg kalian lihat?”, Eun Hee memelototi mereka berdua.
“Wooo~ sudah kutebak yg rambutnya dikuncir pasti galak, sini, berikan aku 200 yen”, ternyata mereka berdua sedang taruhan T^T
“Ya! Apa-apaan kalian ini!”, Ki Bum menggebrak meja dua anak itu.
“Apa urusanmu juga? Kami tidak mengganggu mereka berdua”, lelaki dengan rambut sepundak itu berdiri seperti siap untuk diserang (?).
“Ki Bum, apa-apaan kau ini, jangan seperti anak kecil. Aku tidak merasa diganggu, biarkan saja”, kutarik ia sampai kebangkunya.
“Mian, jeongmal mianhe, maafkanlah temaku ini”, aku menundukkan kepalaku.
“Babo! Jangan lakukan itu didepanku!” tiba-tiba Ki Bum memelukku.
“Hei, apa yg kau lakukan?? Kita jadi pusat perhatian”, aku mencoba melepaskan pelukkannya.
“Inilah yg membuatku suka padamu, kumohon jangan pernah melakukan hal seperti itu didepanku lagi, atau aku...tidak akan melepaskanmu lagi”, dia meninggalkan aku, dan pergi keluar kelas. Aku hanya terbengong-bengong melihat, mendengar, dan...aigooo, aku benar-benar ingin pindah sekolah!!
“Ck, biarkan saja dia, ayo kita menyusul”, kata Eun Hee sambil menarik tanganku.
“Ne??”, tanyaku polos.
“Omo, maksudku ayo kita ke aula. Upacara penerimaan murid baru akan dimulai”.
“Nggg… Seulhwa, kau dan Eun Hee… aku akan menyusul kalian berdua, aku ingin ke kamar kecil sebentar”, ia lari meninggalkan kami berdua.
Sejujurnya aku khawatir padanya, karena dia menyukai Ki Bum. Dia mengenal Ki Bum karena mereka satu SD, aku kenal Ki Bum karena orangtuaku, aku mengenalkan Jung-Ah pada Ki Bum…tapi ternyata mereka sudah saling kenal. Dan Jung-Ah mengatakan padaku bahwa ia sangat menyukai Ki Bum, tapi sayang pada saat itu aku sedang menjalin hubungan dengannya. Jung-Ah malah berkata begini “Sudahlah, kalian cocok, aku malah yg tidak cocok dengan Key, jangan sampai putus ya”, aku ingat sekali kata-kata itu.
Tapi beberapa bulan kemudian aku putus dengannya, aku jujur pada Ki Bum kalau aku menyukai pria lain yg berasal dari sekolahku, yup! Lee Taemin, namun tak lama setelah aku bilang pada sahabatku, Sulli, maksudku Jinri…tiba-tiba mereka menjalin hubungan, Jinri pun menjauhiku tanpa sebab, bahkan dia terlihat membenciku. Aku sendiri dan Taemin cukup dekat, tapi karena tiba-tiba ia menjalin hubungan dengan Jinri, ia juga menjauhiku…
---to be continued---
◊ ◊ ◊